CAMAR

Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PELNI Catat Predikat “Sangat Baik” dalam Self Assessment GCG 2025

PT PELNI (Persero) terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik melalui pelaksanaan Self Assessment Good Corporate Governance (GCG) Tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

Pelaksanaan penilaian mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN, serta mengadopsi praktik terbaik dalam evaluasi penerapan GCG pada perusahaan BUMN.

Sejalan dengan komitmennya, perusahaan telah menindaklanjuti sebagian besar rekomendasi hasil Self Assessment GCG Tahun 2024 melalui penguatan kebijakan dan sistem pengawasan, peningkatan kualitas dokumentasi serta optimalisasi peran organ perusahaan dalam mendukung efektivitas tata kelola. Berkat implementasi tersebut, PT PELNI (Persero) berhasil mendapatkan predikat “Sangat Baik” dalam Self Assessment GCG Tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan perusahaan serta pelayanan kepada masyarakat.

PT PELNI (Persero) telah melaksanakan Self Assessment GCG Tahun 2025 pada 29 Januari hingga 6 Maret 2026. Berdasarkan hasil penilaian, Perusahaan berhasil memperoleh skor 87,440 dari total skor maksimal 100,000 atau sebesar 87,44 persen dengan kategori “Sangat Baik”.

Penilaian dilakukan terhadap berbagai indikator dan parameter, antara lain penerapan tata kelola perusahaan, aspek tata kelola berkelanjutan, pemegang saham dan RUPS/pemilik modal, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, Direksi, keterbukaan informasi dan transparansi, serta aspek tata kelola lainnya.

Raihan kategori “Sangat Baik” dalam penerapan Good Corporate Governance menjadi motivasi bagi PT PELNI (Persero) untuk terus menghadirkan tata kelola perusahaan yang semakin profesional dan berkelanjutan. Hasil self assessment memperlihatkan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab perusahaan telah diterapkan secara konsisten dalam mendukung pengelolaan perusahaan yang sehat dan berorientasi jangka panjang. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan agar kualitas implementasi GCG semakin optimal dari waktu ke waktu.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:CAMAR

0 %