Upaya mengurangi emisi dapat dimulai dari pilihan dan kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Grab for Business Office Talk yang diselenggarakan Grab bersama PT PELNI (Persero) pada tanggal 19 Agustus 2026 di Auditorium kantor pusat PELNI. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi kedua perusahaan dalam mendorong kesadaran dan penerapan sustainability, khususnya dalam mobilitas insan PELNI dari dan menuju kantor.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Triswahyu Herlina, menyampaikan upaya sustainability PELNI tidak hanya berkaitan dengan operasional kapal, tetapi juga melalui kesadaran insan PELNI dalam menentukan mobilitas sehari-hari.
“Knowledge jadi awareness, awareness jadi action, action jadi impact,” ujarnya.
Pesan tersebut menekankan bahwa penerapan sustainability membutuhkan proses yang dimulai dari pengetahuan, kemudian membangun kesadaran, mendorong tindakan, hingga menghasilkan dampak nyata. Dengan demikian, kontribusi terhadap keberlanjutan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pilihan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan hal tersebut, KAM, Non-MEX Commercial, Government Lead Grab, Emil Yoshua, memperkenalkan Grab for Business sebagai solusi mobilitas perusahaan yang dapat mendukung kebutuhan perjalanan karyawan. Salah satunya melalui pilihan Grab Electric Vehicle (EV), yaitu kendaraan listrik yang dapat menjadi alternatif mobilitas dengan emisi lebih rendah. Dalam kegiatan tersebut, Grab juga memberikan program voucher khusus bagi insan PELNI dalam rangka kolaborasi tersebut.
Dari perspektif ESG, Manajer Pengelolaan ESG PELNI, Balan Aji Bramantyo, menjelaskan bahwa komitmen PELNI terhadap sustainability mencakup pengelolaan energi dan emisi sebagai bagian dari sustainability framework perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan biodiesel, penyusunan pedoman dan SOP, serta penghitungan emisi per penumpang, hingga pengembangan carbon footprint.
PELNI juga terus mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi sebagai bagian dari dukungan terhadap SDGs 7 mengenai energi bersih dan terjangkau serta SDGs 13 mengenai penanganan perubahan iklim. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, sekaligus mengurangi emisi dari aktivitas perjalanan dan mendukung dekarbonisasi perusahaan.
Sementara itu, Sustainability Content Creator Novia Arifin yang dikenal dengan melalui akun instagram @ceritanupi mengajak insan PELNI menerapkan sustainability melalui tindakan sederhana, seperti menggunakan kembali barang, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik.
“Sustainability jadi tren ke konsumen dan brand karena generasi sekarang ingin menjadi solusi , bukan merusak bumi lagi,” ungkap Novia.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi kuis yang digelar setelah talkshow. Sejumlah insan PELNI turut berpartisipasi menjawab pertanyaan seputar sustainability, sebelum akhirnya sesi ditutup dengan pengumuman pemenang kuis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dan tanya jawab.
Melalui Grab for Business Office Talk, PELNI dan Grab berkolaborasi untuk mendorong kesadaran bahwa pengurangan emisi membutuhkan kontribusi bersama. Dari pilihan mobilitas hingga kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan.






