Kamis, 9 Juli 2026, PT PELNI (Persero) kembali menggelar Townhall Meeting yang dihadiri oleh jajaran Direksi PT PELNI (Persero), Direksi anak perusahaan, serta Direksi cucu perusahaan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini mengusung tema Driving Performance Through Strategic Execution sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja Semester I 2026 sekaligus menyampaikan fokus kerja hingga akhir tahun.
Townhall Meeting kali ini juga menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya seluruh Insan PELNI dapat bersilaturahmi dengan tiga anggota Direksi baru yang bergabung untuk memperkuat kepemimpinan perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang bisnis ke depan.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT PELNI (Persero), Budi Setyawan memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari keluarga besar PELNI. Beliau menyampaikan komitmennya untuk membangun budaya kerja yang terbuka dengan memberikan ruang bagi seluruh insan PELNI untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun gagasan konstruktif sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan perusahaan.
Menurutnya, transparansi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat. Dengan keterbukaan, perusahaan dapat memahami kondisi yang dihadapi secara objektif sehingga setiap langkah perbaikan dapat dirumuskan dan dijalankan secara tepat. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan seluruh Insan PELNI agar tidak cepat berpuas diri atas berbagai pencapaian yang telah diraih. Keberhasilan yang dicapai saat ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja. Organisasi yang terlalu nyaman dengan kondisi yang ada berisiko kehilangan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, sehingga dapat menghambat perbaikan berkelanjutan dan menurunkan daya saing perusahaan.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Triswahyu Herlina mengusung tagline khusus One Data One Risk One Decision. Dengan tema ini, beliau menyoroti penting
nya menerapkan manajemen risiko sebagai cara kerja dalam mengambil keputusan dan tindakan sehari-hari bukan sekadar kewajiban administratif. Budaya sadar risiko akan semakin meningkat jika peran pimpinan menjadi teladan dalam menerapkan perilaku sadar risiko di lingkungan kerja.
Dari sisi angkutan barang dan tol laut, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, Hana Suhardi mengangkat tagline “Let’s Make PELNI Great Again by Strengthening Commercial Business” Beliau menegaskan arah strategis PT PELNI (Persero) dalam memperkuat bisnis komersial sebagai penggerak pertumbuhan perusahaan melalui optimalisasi operasional, peningkatan layanan logistik, investasi armada, dan digitalisasi. Didukung capaian kinerja Semester I 2026 yang positif, PELNI terus mendorong transformasi menjadi Integrated Passenger & Maritime Logistics Company untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang, Nuraini Dessy W mengusung tema Accelerating Performance, Delivering Excellence. Tema ini mencerminkan bahwa komitmen PELNI untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan layanan terbaik, ramah, sigap dan penuh perhatian sebagai wujud #MelayaniSepenuhHati. Upaya tersebut terus dilakukan melalui standarisasi layanan di pelabuhan, pengembangan digitalisasi dan komersialisasi layanan, peningkatan pengalaman pelanggan (PELNI Experience), implementasi program CX100, penguatan pengelolaan sampah di atas kapal, serta pemanfaatan masukan pelanggan sebagai dasar peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Armada dan Teknik, Kokok Susanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan keandalan armada melalui penguatan budaya keselamatan, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi kinerja kapal. Di sisi lain, Direktur SDM dan Umum, Heri Purnomo, menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia dan budaya kerja merupakan fondasi utama dalam mendukung pencapaian kinerja perusahaan. Hal tersebut diwujudkan melalui penerapan budaya PELNI SIAP (Service Excellence, Integrity, Assure, Professional) sebagai landasan dalam membangun insan PELNI yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan.
Melalui Townhall Meeting Semester II 2026, manajemen kembali menegaskan bahwa strategi dan berbagai arah kebijakan yang disampaikan akan menjadi bermakna apabila diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Kinerja perusahaan tidak dibangun hanya melalui pemaparan, tetapi melalui eksekusi yang konsisten, kolaborasi yang kuat, dan komitmen seluruh Insan PELNI dalam menghadirkan perubahan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.





