Tujuh Sertifikasi ISO Perkuat Sistem Manajemen Terintegrasi PELNI
PT PELNI (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) melalui perolehan tujuh sertifikasi ISO dari TÜV NORD Indonesia pada 4 Juni 2026. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan proses bisnis yang efektif dan efisien, memperkuat pengelolaan risiko, serta meningkatkan kepatuhan terhadap berbagai regulasi dan standar internasional.
Sistem Manajemen Terintegrasi yang diterapkan PELNI mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan, sistem anti penyuapan, keamanan informasi, hingga manajemen aset. Melalui implementasi sistem tersebut, PELNI terus memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai standar yang ditetapkan sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh lini operasional perusahaan.
Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Direktur PT TÜV Nord Indonesia, Bapak Gde Bayu Wicaksana kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Ibu Anik Hidayati. Penilaian terhadap implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi dilakukan selama periode Juni hingga Desember 2025. Adapun 7 (Tujuh) sertifikat ISO yang berhasil diraih PELNI meliputi :
- ISO 9001:2015 — Sistem Manajemen Mutu
- ISO 14001:2015 — Sistem Manajemen Lingkungan
- ISO 45001:2018 — Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- ISO 37001:2016 — Sistem Manajemen Anti Penyuapan
- ISO 37301:2021 — Sistem Manajemen Kepatuhan
- ISO 55001:2024 — Sistem Manajemen Aset
- ISO 27001:2022 — Sistem Manajemen Keamanan Informasi
Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Ibu PT PELNI (Persero) Anik Hidayati menegaskan bahwa sertifikasi yang diperoleh bahwa sertifikasi yang diraih bukan sekadar pengakuan atas penerapan standar internasional. “Sertifikat bukan sekadar lembar pengakuan, ini adalah cerminan dari budaya kerja yang terstandar, tata kelola yang akuntabel, kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan, serta komitmen terhadap integritas dan kepatuhan hukum yang telah mengakar di seluruh organisasi PELNI,” jelasnya.
Perolehan sertifikasi ini, menandakan bahwa Perusahaan tidak hanya berfokus dalam konektivitas maritim melainkan juga terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan. Raihan tujuh sertifikat ISO ini memastikan seluruh standar yang telah ditetapkan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan di setiap aspek operasional perusahaan. Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan, penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi merupakan investasi jangka panjang yang mendukung terwujudnya perusahaan yang profesional, terpercaya, dan berkelanjutan.







